Minggu, 17 November 2013

PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI DI BIDANG EKONOMI


Pada era globalisasi saat ini, Teknologi Informasi telah memberikan sumbangan penting pada Ekonomi Lokal. Teknologi Informasi yang berbasis budaya seperti fashion, televisi, teater, musik seni tari, seni rupa, desain, arsitektur, periklanan, penerbitan, dan multimedia merupakan unsur yang memberikan sumbangan penting pada Ekonomi Kota. Telah terjadi pergeseran perkembangan Ekonomi Kota yang awalnya tergantung pada kegiatan agraris, kegiatan manufaktur kemudian pada kegiatan informasi dan terakhir kegiatan kreatif yang memberikan nilai tambah pada produk dengan unsur desain – creative value added.

Kegiatan produksi dari masyarakat kreatif di Bandung dan negara berkembang seperti Indonesia dilakukan berbeda dengan negara maju dimana lokasi produksi komoditas kreatif terjadi di kampung kampung industri. Kampung industri adalah kawasan kampung yang mengemas ide cerdas mengemas produk & proses industri dengan tetap membawa potensi lokal yang dimiliki. Kegiatan ekonomi produksi tetap dapat berjalan meskipun kampung tersebut memiliki keterbatasan fasilitas infrastruktur dan suprastruktur yang ada. Perilaku kreatif yang muncul di kawasan ini menjadi khas karena dengan segala keterbatasan yang ada, pemukim di kampung industri ini fleksibel memanfaatkan tempat bermukimnya untuk kegiatan industri. Pada akhirnya, Teknologi Informasi dijadikan sarana untuk mengetahui fasilitas-fasilitas apa yang diperlukan, dan yang dibutuhkan pasar saat ini.

Penelitian mengenai pengaruh perkembangan ekonomi masyarakat kreatif pada kualitas fisik kampung industri adalah bertujuan untuk:
Pemetaan jaringan kegiatan ekonomi-produksi dari kelompok masyarakat kreatif dengan tempat dan sistem produksi di 2 kampung industri di Bandung.
Pengkajian tingkat pengaruh perkembangan ekonomi yang didorong oleh industri kreatif ini dapat mempengaruhi peningkatan kualitas lingkungan fisik di 2 kampung industri di kota Bandung.

Kampung industri pakaian rajut Binong Jati dan kampung industri kaos sablon di kawasan Suci dipilih sebagai obyek studi mengingat kedua kawasan ini menjadi target dari program 5 sentra Indsutri di Kota Bandung. Subyek untuk kepentingan pengamatan dan wawancara dalam penelitian ini adalah masyarakat kampung industri sendiri khususnya para pemilik usaha industri di setiap kawasan studi. Sedangkan unit analisis yang menjadi obyek pengamatan adalah kondisi dan kualitas fisik kampung dan perubahannya akibat aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat kreatif di kampung terkait. Kualitas fisik yang diamati tidak terbatas pada kualitas permukiman, tetapi juga kepada kualitas unit hunian, dalam hal hunian fungsi ganda.

Berbicara mengenai dampak peningkatan kondisi ekonomi, hal ini menjadi menarik mengingat hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kondisi ekonomi masyarakat kreatif ini tidak selalu berdampak kepada peningkatan kualitas fisik kampung dimana mereka berproduksi. Peningkatan kondisi ekonomi masyarakat ini lebih diorientasikan untuk peningkatan aspek non fisik permukiman dibandingkan aspek fisik permukiman.

Hal ini tidak terlepas dari Teknologi Informasi dan upaya masyarakat ini dalam meningkatkan tingkat kreatif dari usaha ekonomi yang mereka jalani. Saat ini lingkup kreatif yang melekat pada aktivitas indutri di kedua kawasan studi yang diamati ini masih pada tingkatan proses penyampaian nilai, yakni tahapan produksi. Kekuatan kelas pekerja (working class), fleksibilitas pemanfaatan ruang permukiman untuk fungsi produksi dan jaringan produksi internal di kawasan terkait menjadi ciri kreatif dari kampung indutri di kedua kawasan ini.

2.1. Ekonomi Sumber Daya dan Sosial
Untuk bisa menghasilkan keunggulan dalam suatu organisasi, demikian pula dengan pusat-pusat informasi harus mengutamakan para pemakai dan pengguna informasi. Kalau pusat informasi dapat mengidentifikasikan mayoritas pengguna informasinya, maka pusat informasi itu akan dapat menemukan kebijakan dasar dan utama yang menjadi prioritasnya.
Sebagai contoh pusat informasi yang menyediakan data informasi tentang pendidikan melihat bahwa pengguna utamanya adalah mahasiswa dari disiplin ilmu sosial dan humaniora. Maka kebijakan strategis yang akan diambil tentunya semua informasi yang berkaitan dengan ilmu sosial dan humaniora, ia akan memprioritaskan usaha, dana, operasinya pada kedua bidang itu. Pada tahap yang lebih lanjut bahkan pusat informasi itu akan berani membuat kebijakan pada bidang diluar ilmu sosial dan humaniora. Andaikan hal itu dilaksanakan dengan konsisten, maka lambat laun pusat informasi itu akan berkembang ssuai dengan pangsa pasar.
Orientasi pada pemakai informasi hampir sama dengan otientasi pada hasil. Kalai kita berorientasi pada hasil, maka penyedia dan pusat informasi itu sudah berjalan pada rel yang tepat. Pusat informasi yang berorientasi pada hasil dan pemakai informasi akan selalu mengetahui trend yang diikuti oleh mayoritas pemakainya. Pusat informasi itu akan selalu berorientasi dengan para pemakai informasi untuk mengetahui informasi apa yang dibutuhkan oleh para pemakai informasi. Disamping itu pusat informasi dapat memberikan penjelasan dan keterangan kepada para pengguna informasi bahwa untuk mendapatkan informasi yang cepat dan akurat diperlukan teknologi yang canggih, tentu saja teknologi informasi itu membutuhkan biaya dan dana. Kalau para pemakai informasi memandang bahwa informasi yang diperlukan menguntungkan, maka ia tidak akan segan-segan untuk membiatai informasi yang diperolehnya, atau paling tidak membantu memahami bahwa informasi itu mempunyai nilai ekonomis.

Dalam mempelajari perubahan sosial, kita akan menemukan perbincangan mengenai faktor-faktor yang menimbulkan perubahan sosial; agen perubahan sosial (agents of social change) itu; berapa lama perubahan sosial itu terjadi (durasi sebuah perubahan sosial); juga dampak dari perubahan sosial itu.

Saat ini ditengah-tengah masyarakat kita sedang berlangsung perubahan sosial. Sebelum reformasi pun sebenarnya sudah terjadi perubahan sosial, meskipun amat berangsur-angsur. Ada beberapa teori yang menyebutkan tentang sebab-sebab terjadinya perubahan sosial, diantaranya adalah :
  1. Masyarakat berubah karena ideas: pandangan hidup, pandangan dunia, dan nilai-nilai. Menurut penganut pendapat ini, penyebab utama perubahan adalah ideas. Max Weber adalah salah satu penganut pendapat serupa. Dalam The Sociology of Religion dan The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism, Weber banyak menekankan betapa berpengaruhnya ide terhadap suatu masyarakat. Sejumlah peneliti Max Weber juga mengatakan bahwa tesis utama dari Weberianisme adalah pengakuan terhadap peranan besar ideologi sebagai variabel independen bagi perkembangan masyarakat.
  2. Yang mempengaruhi terjadinya perubahan dalam sejarah adalah great inddividuals (tokoh-tokoh besar) yang sering pula disebut heroes (para pahlawan). Salah satu pengikut teori ini adalah Thomas Carlyle (1795 – 1881). Carlyle menulis buku yang berjudul On Heroes, Hero-Worship, and the Heroic in History (Para Pahlawan, Pemujaan-Pahlawan, dan Kepahlawanan dalam sejarah). Carlyle pernah mengatakan ”Sejarah dunia …. adalah biografi orang-orang besar …”. Oleh sebab itu, menurut pemikir-pemikir semacam Carlyle, perubahan sosial terjadi karena munculnya seorang tokoh atau pahlawan yang dapat menarik simpati para pengikutnya yang setia. Kemudian bersama-sama dengan para simpatisan mengubah masyarakat. Inilah yang oleh para sosiolog dinamakan dengan great individuals as historical force.
  3. Perubahan sosial bisa terjadi karena munculnya sosial movement (gerakan sosial Lembaga Swadaya Masyarakat/ LSM, walaupun kecil termasuk gerakan sosial. Berbagai LSM di luar negeri telah terbukti dapat menimbulkan perubahan sosial. Yayasan juga dapat berfungsi sebagai organisasi gerakan sosial.

Teknologi Informasi telah menjadikan ide-ide yang dimunculkan oleh orang-orang dapat diakses tidak hanya dibatasi oleh waktu dan tempat. Begitu juga dengan tokoh-tokoh publik yang dijadikan top figur di suatu negara, dengan hadirnya akses informasi yang tidak terbatas dapat mempengaruhi masyarakat di luar negaranya yang mungkin berbeda nilai-nilai budaya atau bahkan agama yang dianut. Hadirnya Teknologi Informasi ini juga dapat dengan cepat merubah ide, nilai-nilai dan perilaku individu dan sosial yang telah dapat mengakses informasi tanpa batas ini. Perubahan Teknologi dalam masyarakat ini akan mempengaruhi berbagai perubahan sosial sesuai dengan kondisi masyarakat. Irama perubahan maupun cara perubahannya beraneka ragam.

Teknologi merupakan hasil karya manusia untuk mengolah lingkungan dan menyesuaikan diri dengannya. Teknologi membantu memperpanjang tangannya, memperkuat ototnya atau menyambung indera dan otaknya. Teknologi membuat lingkungannya nyaman, aman dan efisien untuk didiami dan diolah. Karena manusia dipengaruhi oleh lingkungan, maka lingkungan teknologi juga mempunyai dampak terhadap manusia, namun teknologi mutakhir yang berkembang besar-besaran dengan laju yang cepat dampaknya terhadap manusia juga luas dan dalam. Pengaruh ini dapat langsung atau primer dapat pula tidak secara langsung, sekunder atau tersier.

Diantara dampak negatif Teknologi Informasi terhadap manusia dapat disebutkan sebagai berikut :
a. Pergeseran atau penggantian manusia (displacement, subtitution), misalnya fungsi otot-otot besar manusia yang di dalam pekerjaannya diganti oleh teknologi, sehingga manusia mengalami atrofi atau dapat pula otaknya digantikan sehingga terjadi atrofi mental. Bahkan mungkin seluruh fungsi manusia diganti oleh robot, sehingga tergeser dari pekerjaannya.
b. Kebebasan terkekang, dalam banyak hal kita harus menyesuaikan diri dengan alat-alat dan sistem. Waktu mengatur pekerjaan kita meskipun bertentangan dengan kronobiologi atau irama biologi kita. Hasil pekerjaan yang utuh tidak bisa dinikmati, karena pekerjaan yang sudah terfragmentasi dan monoton. Informasi yang dapat diolah semakin banyak, tetapi saluran untuk mengungkapkan informasi tersebut semakin sedikit.
c. Kepribadian terhimpit, karena pengaruh informasi yang sifatnya global maka manusia cenderung menjadi manusia yang terpengaruh oleh isue-isue global, sementara kultur, nilai-nilai lokal menjadi semakin terkikis.
d. Objektifitas manusia (dehumanisasi), manusia dianggap sebagai hal yang obyektif, diurai-urai hanya hal-hal yang dapat diukur atau dihitung saja, sedangkan yang lain dianggap periferal dan tidak menjadi pertimbangan dalam usaha-usaha pengembanan, pendidikan dan peningkatannya.
e. Mentalitas teknologi, hal ini tercermin pada kepercayaan yang berlebihan pada alat (teknosentris), seolah-olah segala sesuatu dapat dipecahkan oleh teknologi dan sesuatu akan lebih meyakinkan kalau dilakukan dengan peralatan dan disertai angka-angka. Hal ini yang sudah biasa atau mudah diperhitungkan masih memerlukan bantuan penelitian eksperimen.
f. Penyeimbangan kembali yang tidak adaptif, dalam rangka mengembalikan keseimbangan yang terganggu oleh teknologi. Orang kadang lari dari kenyataan hidup dengan menggunakan obat-obatan seperti narkotika, psikotropika dan mencari kekuatan dengan mengumpulkan barang-barang status (positional goods) untuk mengkompensasi adaptasi yang gagal.
g. Krisis Teknologi, berbagai krisis yang melanda dunia abad ini terutama disebabkan oleh perkembangan teknologi yang terlalu cepat, sehingga proses adaptasi dan integrasi tidak sempat dilakukan. Akibatnya terhadap individu ialah technostress, penyakit urban, penyakit peradaban.

Seperti halnya dampak terhadap manusia, maka dampak negatif terhadap lingkungan bertambah penting karena makin luas, cepat dan irreversibel. Beberapa dampak teknologi terhadap manusia, termasuk lingkungan kultural adalah :

a. Terkurasnya sumberdaya, karena teknologi cenderung berkembang kearah penciptaan kebutuhan baru, hiperkonsumsi, maka manusia makin meninkat terutama untuk kebutuhan kultural.
b. Gangguan iklim, tumbuhnya kawasan industri, sehingga dapat menimbulkan perubahan cuaca dan iklim.
c. Pencemaran lingkungan, masalah ini juga banyak dibicarakan oleh pemerhati lingkungan.
d. Destabilisasi dan dekompensasi lingkungan, mengganggu keseimbangan ekosistem atau lebih tepat kesatuan alam menjadi rusak.
e. Beban lebih informasi, lingkungan informasi juga akan menimbulkan problem karena pertumbuhannya yang sangat cepat, melampui daya serap dan daya olah manusia.
f. Konsumsi tinggi dan massal, konsumsi masal makin membebani lingkungan dan menyebabkan ketidakseimbangan. Jika dinamika sosial ekonomi tidak bergerak seiring dengan peningkatan konsumsi, maka masyarakat dunia ketiga hanya menjadi konsumen barang-barang dari negeri mewah yang sebetulnya tidak diperlukan.
g. Meningkatnya kriminalitas dunia maya (Cybercrime), perkembangan teknologi informasi telah memunculkan trend kriminalitas baru di dunia maya, pembobolan kartu kredit, penipuan-penipuan dengan menggunakan sarana internet, dan pembajakan-pembajakan software menjadi PR bagi penegak hukum untuk mengatasinya.

Era informasi yang telah hadir dihadapan kita, mau tidak mau akan membawa dampak positif maupun negatif. Tanpa inisiatif yang tinggi menyambut datangnya era informasi ini, kita hanya akan menjadi penonton, atau bahkan jadi korban (sitting duck). Namun jika kita mampu berada dan ikut menjadi pelaku di dalamnya, kita akan dapat menikmati dan merasakan sisi positif dari era informasi ini. Tentu saja hal ini tidak mudah, walaupun bukannya tidak mungkin.

Dampak kemajuan teknologi informasi yang tidak sehat akan berdampak jauh lebih berbahaya dibanding keunggulannya dan kemanfaatannya terutama dikalangan remaja seperti di negara barat. Kita sangat mudah melihat dan menerima informasi dari berbagai belahan dunia tanpa harus memerlukan biaya yang mahal. Untuk menghindari hal itu masyarakat harus dapat melihat dan membedakan isu-isu mana yang bermanfaat dan tidak bermanfaat untuk diadopsi demi untuk kemajuan dan kemaslahatan umat manusia secara keseluruhan.

2.2. Ekonomi Bisnis
Berikut ini 13 trend Teknologi Informasi yang akan memberikan pengaruh besar untuk perkembangan dunia Bussiness, menurut para peneliti dan konsultan dari Gartner dan analisis dari nationmultimedia.com. :

1. Software Social,
Software social memiliki cakupan yang luas, seperti social networking atau situs jejaring social, kolaborasi social, media social dan validasi social. Organisasi atau vendor harus mempertimbangkan dimensi social ke dalam website konvensional atau aplikasi, dan mengadopsi platform social, cepat atau lambat, agar dapat ‘mempererat’ hubungan dengan customer. Enterprise juga mulai memperhitungkan mengkombinasikan website hobby yang cool dan systm kelas enterprise untuk menjual model product mereka dan mengatur aplikasi.
.
2. Arsitektur Berbasis Web,
Internet akan menjadi kunci desain teknologi web-centric yang fleksibel dan standard untuk promosi perusahaan atau vendor. Penggunaan web-centric akan membangun solusi model kelas secara global untuk membantu kebutuhan computing enterprise selama lima tahun mendatang atau lebih.
.

3. IT Ramah Lingkungan, Akan lebih banyak hadir product yang efisien dan peralatan yang hemat energi, juga ramah lingkungan. Regulasi ditetapkan untuk mengatur perusahaan dalam membangun data center, sebagai efek dari meningkatnya penggunakan emisi karbon dan komsumsi power yang berlebih, juga impact lingkungan lainnya yang sudah mengkhawatirkan. Organisasi atau vendor setidaknya mempertimbangkan regulasi dan memiliki alternative lain untuk membangun data center.

4. Cloud Computing, Konsep cloud computing adalah ‘kolam system komputer’ yang besar untuk share infrastruktur IT. Cloud computing akan mengakses resource virtual dan tidak terbatas oleh power dan kemampuan komputer local atau remote computer. Cloud computing akan support data center enterprise generasi selanjutnya, beroperasi seperti Internet untuk menyediakan akses cepat dan skala kapasitas yang ekstrim untuk pengguna jaringan. Cloud computing tampak simple, biaya lebih murah dan hemat energi. Tidak seperti grid computing yang hanya menditribuskan IT untuk task tertentu, namun cloud computing bekerja di semua range aktivitas. Platform ini dapat menjadi layanan hosting eksternal ataupun digunakan di dalam perusahaan.

5.
Virtualisasi, Trend sekarang ini berfokus pada virtual server, termasuk virtualisasi penyimpanan dan client device yang berkembang dengan cepat. Virtualisasi hadir untuk mengeliminasi duplikasi copy-an data di device penyimpanan yang nyata seperti contoh harddisk, ketika harus memaintain akses system tempat file disimpan (deduplikasi data) dalam ilusi. Hal tersebut juga sekaligus menghemat biaya kapasitas device penyimpanan, energi, upgrade software, dan akses ke aplikasi yang lebih luas. Namun, jika fungsi motherboard adalah untuk hardware pusat data, maka virtualisasi menggunakan mesin virtual. Dengan virtualisasi, maka user dapat menjalankan Linux, Windows 95, dan DOS di system dan waktu yang sama. Virtualisasi yang semakin berkembang hadir dalam desktop virtual yang akan diadopsi sebanyak 40 persen pengguna di tahun 2010.

6. Kelanjutan dari Blade Server
, Akan hadir server di atas blade server untuk menyediakan kapasitas yang besar bagi perusahaan. Organisasi atau vendor akan dapat melacak tipe resource, seperti memory, ataupun harddisk, dan sebagainya. Blade server akan mengeliminasi biaya utuk tiga tipe resource ketika upgrade kapasitas, dan mudah ketika digunakan untuk inventory system, ataupun mencegah pembelian server dalam ukuran yang besar dan tambahan konfigurasi yang kompleks. Blade server akan menjadi utilitas yang handal karena tidak ada resource yang berada dalam konfigurasi yang salah atau membutuhkan tambahan processor dan memory dalam satu bundle server.
7. BI (Business Intelligence), Merupakan prioritas teknologi papan atas dalam survey CIO Gartner 2008, yang dapat menambah impact positis dalam performance bisnis perusahaan, menambah kemampuan untuk membuat smarter decision berkaitan dengan misi perusahaan di setiap level bisnis, mulai dari strategi corporate hingga proses operasional. BI menjadi strategi khusus untuk business manager dan knowledge worker yang akan membuat keputusan ketika menjalankan, meningkatkan dan mentransform bisnis. Tool BI ini akan membuat pengguna mampu memutuskan dengan cepat, lebih baik, dan banyak informasi berharga yang dapat diperoleh dari lingkungan bisnis yang rumit.

8. Unified communications and collaboration (UCC), Kebutuhan untuk selalu terkoneksi, kapan dan dimana saja, dapat terwujud dengan UCC, yang akan memberikan peningkatan komunikasi baik internal dan eksternal di dalam lingkup enterprise, dengan melakukan konsolidasi dan layanan lainnya ke dalam jaringan data dan update informasi untuk tenaga IT yang handal, dan mengurangi biaya operasi. UCC akan memberikan kekuatan di infrastruktur jaringan, dengan focus layanan dan aplikasi, terutama dengan adanya kebutuhan akan virtualisasi, embedded software di platform open source. Aturan telah berubah, user mungkin tidak tertarik lagi dengan system operasi dan hardware untuk computing dan networking, namun bagaimana mereka mendapat kemudahan, kehandalan, dan keamanan akses layanan bisnis, diman dan kapan saja.

9. Netbook, Bentuk yang kecil akan lebih mendominasi, seperti netbook. Dengan kelebihannya, netbook mampu melakukan processing power dan penyimpanan lebih hemat, berbagai konektivitas dan akses internet lebih cepat. Ditambah dengan adanya kerja sama dengan perusahaan operator seluler hingga mewujudkan fasilitas 3G. Netbook atau yang disebut mini notebook ini akan segera menggantikan kinerja dan market notebook tradisional.
10. Windows 7, Windows 7, software dengan berbagai improvisasi dari Microsoft untuk menggantikan system Windows Vista, termasuk UAC (User Account Control) dan interface yang handal yang tidak membuat pengguna kecewa. Fitur yang signifikan di Windows 7 adalah virtualisasi, sebuah teknologi yang akan memperbolehkan satu komputer untuk menjalankan beberapa system operasi atau aplikasi yang berbeda.

11. Aplikasi online
, Di tahun 2009, akan banyak aplikasi online yang hadir, termasuk Google Docs, ThinkFree Office, dan Zoho, yang menawarkan aplikasi Word, spreadsheet dan program presentasi secara online dan gratis. Bahkan Microsoft juga akan membuat Office dalam format online, seperti Office 14.

12. USB 3.0, USB 3.0 akan menjadi teknologi tingkat tinggi untuk konsumen, dengan kecepatan transfer data maksimun 10 kali lipat lebih cepat dibandingkan USB 2.0. User dapat mentrasfer 27GB data ke sebuah device eksternal dalam waktu 70 detik, ketika dengan sama jumlah data dalam waktu 15 menit di koneksi USB 2.0. Di USB 3.0, data akan dibaca dan ditulis secara bersamaan.

13. Wi-Fi dan chip RFID, Protocol Wi-Fi 802.11n akan menyediakan teknologi mobile dengan layanan bandwith yang tinggi, sama halnya dengan RFID di mobile phone. Dengan chip RFID (Radio-Frequency Identification) yang telah disiapkan oleh manufaktur handphone dalam produk ponsel mereka, maka user dapat mengubah cara mereka ketika akan membeli barang atau layanan, tanpa menggunakan kartu kredit.

Jumat, 08 November 2013

Asep Yoyo Sunaryo
21212205

OBSERVASI PERMASALAHAN KOPERASI
MATA KULIAH EKONOMI KOPERASI 
Dosen : Ibu Sulastri

Anggota kelompok:
Aditya siswantara
Akhmad Arief
Asep Yoyo Sunaryo
Sandi Herdiansyah

2EB01

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA


KOPERASI PRODUSEN TEMPE TAHU INDONESIA (KOPTI) KAB. BOGOR
(Wadah pengrajin Tempe & Tahu)
(Kantor KOPTI Kab. Bogor)

Hasil Observasi terhadap Koperasi
(Surat Keterangan Telah Melaksanakan Observasi dari Koperasi)


A. Sekilas tentang KOPTI

Kopti adalah singkatan dari kata Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia. KOPTI Kabupaten Bogor berdiri pada tahun 1980 yang terletak di Jl. Raya Cilendek no 27, Bogor. KOPTI ini cukup megah dan mencapai masa emas pada saat masa Orde baru yang berazaskan kekeluargaan, kerjasama, dan gotong royong.
(berdasarkan penjelasan dari Pak Endang Maulana, Sekretaris KOPTI Kab. Bogor)

B. Unit Usaha Koperasi
Usaha produktif :
Kopti Kabupaten Bogor memiliki unit usaha produktif yaitu :

1.Penyediaan kacang kedelai bagi pengrajin tempe,tahu, susu kedelai dll
2.Simpan pinjam bagi anggota koperasi
3.Menyediakan peralatan produksi bagi pengrajin tempe tahu seperti mesin pemecah kedelai dll
4.Menyediakan jasa angkutan barang


Kerjasama:
Pada saat ini Kopti Kab Bogor telah bekerjasama dengan beberapa mitra antara lain:
1.Bank BCA Bogor
2.Bank BNI Bogor
3.LPDB
4.Kementrian Perindustrian
5.Kementrian Koperasi dan UKM
6.FKS Multiagro
7.MercyCorps
8.Forum Tempe indonesia

Unit Usaha Lainnya:
Kopti Kab Bogor juga membangun Rumah Tempe Indonesia (RTI) yang merupakan pabrik percontohan tempe yang memiliki standar HACCP. Proses produksi di Rumah Tempe terkesan bersih dan efisien dengan teknologi ramah lingkungan dan peralatan yang steril. Dalam membangun RTI Kopti Kab Bogor bekerjasama dengan Forum Tempe Indonesia dan MercyCorps dan didanai oleh FKS Multiagro, PT.Antam persero,dan Uni Eropa.

RTI melayani 5 propinsi untuk memasok peralatan pembuatan, mulai dari alat perebusan kedelai hingga alat fermentasi tempe dengan nilai proyek Rp.150 Juta/Pabrik. RTI Kopti Kab Bogor juga bekerja sama dengan Kalbe Farma untuk membuat bubur tempe kemasan yang dapat berkhasiat mencegah dan mengobati diare. Tempe yang dibuat oleh Kopti ini didistribusikan ke Rumah Makan dan juga Boarding School.

C. Masalah dan Solusi Permasalahan untuk Koperasi

Kopti Kab.Bogor sudah terkesan maju oleh sebab itu memiliki masalah yang cukup kompleks, maka kelompok kami mengungkapkan masalah Kopti secara global dan solusi yang diperuntukan untuk Kopti yang masih bisa berkembang.

Masalah 1.  Bahan baku kedelai yang dikuasai importir

Bahan baku kedelai yang dipasok untuk pengrajin tempe yang bekerja sama dengan Kopti adalah 100% impor. Harga kedelai dimonopoli oleh importir yang biasa disebut kartel sehingga Kopti tidak bisa berbuat apa-apa terkait kedelai yang harganya tiap hari berubah melalui permainan harga yang dilakukan kartel. Importir menguasai pasar, padahal segala yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai negara, tetapi aktivitas meng-impor kedelai sebesar dari Amerika Serikat 2 Juta Ton/tahun dibiarkan terjadi.

Pemerintah belum berupaya mensejahterakan komoditas pengrajin tempe dan menyerahkan penyediaan bahan baku pada importir. Tidak ada bantuan berupa simpanan/tunjangan kepada anggota Koperasi layaknya zaman dulu ketika BULOG masih aktif mengimpor kedelai, harga dari BULOG jauh lebih murah dan selisih harga dari importir dapat digunakan untuk menghimpun dana tunjangan untuk anggota Koperasi. Harga bahan baku yang mahal ini menyebabkan Kopti tidak dapat menjalankan keinginannya yang selalu ingin memasok harga bahan baku kedelai lebih murah kepada para pengrajinnya.

Masalah 2. Permainan harga yang dilakukan importir

Pengaturan harga yang dengan mudah dilakukan importir membuat Kopti kelabakan, alasan importir menaikkan harga terus menerus karena komoditi impor kedelai dihargai dengan Dollar, Kurs mata uang ini terus meninggi nominalnya bila dibandingkan dengan rupiah. Kedelai yang dikirim ke Indonesia adalah kedelai yang sama dengan stok lama dari minggu atau bulan lalu, tetapi harganya naik karena kurs Dollar yang meninggi.

Cara importir memperoleh milyaran Rupiah dengan mudah salah satunya adalah melakukan penahanan pasokam kedelai yang dilakukan importir dengan maksud menunggu harga Dollar naik dan harga bahan baku kedelai sudah pasti meroket. Dalam tempo 2 hari penahanan pengiriman saja, mereka memperoleh keuntungan sekitar 120 Milyar Rupiah.

Masalah 3. Ketergantungan terhadap kedelai dari importir

Impor kedelai yang dilakukan oleh negara kita disebabkan ketergantungan pada Negara maju membuat kita menerima dengan keadaan apapun, kedelai kualitas apapun akan kita terima meskipun sebenarnya kedelai itu digunakan untuk pakan ternak.  Sementara untuk meng-impor kedelai yang berkualitas baik, harganya 2 kali lipat sementara keadaan ekonomi Negara Indonesia yang kurang baik tentu tidak sanggup meng-impor kedelai berkualitas baik, kalaupun dipaksakan untuk impor, maka harga tempe di dalam negeri dapat meningkat hingga 2 kali lipat dan masyarakat malas membeli karena harganya tidak wajar.

Kedelai yang di-impor dari Amerika Serikat adalah hasil rekayasa genetika, dengan bahan kimia yang cukup berbahaya, bahkan dicampurkan dengan makanan ayam serta konsentrat, kuota yang mereka hasilkan dari rekayasa genetika itu 20 Juta ton/tahun dan dengan harga yang tidak bisa ditawar.  Pejabat tidak membatasi keberadaan importir karena mereka telah disogok oleh importir, uang yang diterima oleh pejabat diperoleh oleh importir dengan cara yang mudah yaitu dengan menaikkan harga harga komoditas kedelai.

Masalah 4. Pasokan kedelai dari petani lokal tidak pernah terlihat

Petani lokal tidak bisa memenuhi kebutuhan bahan baku kedelai untuk pengrajin tahu tempe lokal, padahal Indonesia terkenal berbagai jargon: Negara Agraris, Gemah Ripah Loji Nawi, tongkat kayu dan batu jadi tanaman (lempar batang singkong tanpa digarap pun bisa tumbuh dan berbuah), tetapi kita tidak mempunyai kemampuan memenuhi bahan baku kedelai bahkan untuk negara sendiri, petani tidak berminat untuk menanam kedelai karena harga yang kalah saing dengan harga kedelai dari importir padahal kualitas kedelai lokal jauh lebih baik dan jika dibuat tahu maka rasanya lebih gurih.

Supply bahan baku kedelai dari petani lokal tidak pernah mencuat karena hal lain, karena kacang kedelai yang belum matang sudah dijual dengan cara direbus ke penjual bajigur, karena harganya lebih tinggi dibandingkan menjual kedelai untuk bahan baku tempe. Pemerintah melalui menteri bilang bahwa Indonesia akan melakukan swasembada kedelai dimana 1,5 juta Ton stok kedelai akan didapat dari impor sementara 800 ribu Ton stok kedelai adalah komoditi lokal, pada kenyataannya itu hanya data fiktif, data kedelai yang dalam tahap panen dari Departemen Pertanian tidak ada yang sesuai bila dilakukan pengecekan ke berbagai daerah, padahal tanah-tanah di Papua yang masih belum tergarap dapat dijadikan tempat penanaman kedelai tetapi apadaya, menteri tidak memiliki komitmen untuk memajukan kegiatan penanaman kedelai.

Salah satu alasan Pemerintah melalui Menteri tidak mau untuk membuat program penanaman kedelai secara intens dengan pembiayaan APBN karena apabila proyek tersebut gagal karena keadaan alam ataupun hama, maka KPK yang mengecek pembiayaan dan penerimaan tetap men-cap Menteri tersebut korupsi karena tidak adanya penerimaan yang sesuai  ekspekstasi. Meskipun demikian, tidak adanya sanksi bagi Menteri yang tidak becus dalam menjalankan amanat rakyat juga menjadi salah satu faktor penyebab pertanian kedelai kita kurang maju.

Rapor pertanian kedelai BAPPENAS cenderung merah, tetapi Menteri Pertanian belum mau menjelaskan hal tersebut, Pemerintah tidak pernah menginginkan petani untuk mendapatkan berita gembira dengan pemberian bantuan untuk pencapaian target panen. Pasokan kedelai yang tidak mencukupi untuk dalam negeri sendiri juga dapat disebabkan pertanian kedelai dinomor 3-kan setelah beras dan jagung.

Masalah 5. Varietas unggul tidak dikembangkan dan permasalahan limbah

IPB baru-baru ini menemukan varietas kedelai yang unggul, kualitas kedelai ini tergolong bagus dan meningkatkan produksi secara cepat. Sampai saat ini varietas kedelai tersebut belum digunakan oleh pemerintah untuk membuat produksi kedelai kita memuncak, sehingga hasil penelitian yang hebat ini masih belum dimanfaatkan dengan baik padahal bila dimanfaatkan dengan benar dapat menjadi titik balik kejayaan pertanian kedelai Indonesia

Masalah lain yang dihadapi oleh pengrajin tempe yang berkaitan dengan Kopti adalah limbah, karena ketika sungai kering, limbah yang dikeluarkan oleh pabrik tempe tidak mengalir dengan baik, akibatnya pemukiman perkotaan padat penduduk merasakan imbasnya yaitu bau yang tidak sedap, banyak pabrik tempe didemo bahkan pernah ada kasus dimana bagian rumah pemilik pabrik dirusakkan karena ketidakpuasan warga terhadap pengelolaan limbah.

Solusi:

1. Aktifkan BULOG

BULOG mempunyai kekuasaan tinggi menguasai pasar domestik karena pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi, “ Segala yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai Negara”. BULOG mengimpor bahan baku dengan harga yang sesuai. Pada masa pemerintahan Soeharto, BULOG terus menjalankan fungsinya sebagai lembaga penyeimbang sekaligus pengawas harga. Hingga tiba saatnya, ketika Indonesia mengalami krisis moneter tahun 1998, impor kedelai melalui BULOG diberhentikan, IMF mendesak terjadinya hal itu karena Indonesia tidak mampu membayar hutangnya.

Poin-poin desakan IMF:

1.Rakyat jangan di-nina bobo-kan dengan monopoli impor oleh BULOG.
2. Pencabutan subsidi kepada petani harus dilakukan secepatnya

Semenjak hal itu terjadi, pengrajin mulai kesulitan dengan harga bahan baku kedelai untuk membuat tempe. Apabila BULOG kembali diaktifkan sebagai penstabil harga, maka Indonesia tidak perlu cemas apabila dalam perdagangan bebas, subsidi tidak ber-efek apa-apa lagi. Peranan BULOG sebagai pemantau dan pengawas harga dari luar negeri sangat dibutuhkan karena Kopti dan pengrajin harus tahu harga wajar barang logistik yang di-impor, sehingga Kopti dan pengrajin tidak bisa dipermainkan dengan harga yang dimanipulasi oleh impor saat ini, hal ini dapat bermanfaat karena importir yang mematok harga tinggi dapat langsung diberhentikan kegiatan ekonominya di wilayah Indonesia.

2. Peningkatan pertanian lokal

Para Petani lokal harus ditingkatkan kembali perannya, Kopti menekan kepada Departemen Pertanian bahwa bila mereka mampu menyediakan bahan baku kedelai maka Kopti bersedia menampungnya, tetapi saat ini belum ada stoknya. Apabila pemerintah mampu memberikan harga yang sesuai kepada komoditi kedelai lokal agar mampu bersaing dengan importir, maka petani kedelai akan terpacu dalam persaingan menanam kedelai.

3. Terapkan ide-ide baru dari anggota

Manajemen internal di Kopti harus berupaya secara terus-menerus untuk memperhatikan nasib pengrajin, agar Kopti dapat terus eksis, ide-ide yang dituangkan oleh tiap anggota harus dicermati dan dilakukan apabila berprospek.

4. Gunakan varietas unggul  yang didapat dari penelitian

Produksi kedelai dapat ditingkatkan dengan menanam varietas unggul yang bisa menambah produksi dari 1 ton/hektar menjadi 3-4 ton/hektar. Pemerintah harus berkomitmen untuk menanam secara massal varietas kedelai yang terbaik di Indonesia ini.

 5. Membuat Rumah Tempe Indonesia di setiap Kecamatan

(Adit, Trisna, Pak Endang dan Akhmad di depan tempat Fermentasi tempe yang higienis)


(Novaroh dan Pak Endang di depan tempat Fermentasi tempe yang higienis)



(Asep di depan tempat Fermentasi tempe yang higienis)


(Pandu dan Novaroh di depan tempat Fermentasi tempe yang higienis)


(Tempat Fermentasi tempe yang dimiliki oleh Rumah Tempe Indonesia)


(Adit, Trisna dan Akhmad dengan tempe hasil Rumah Tempe Indonesia bermerek Tempekita)


Tempat produksi yang higienis dan efektif seperti Rumah Tempe Indonesia harus diperbanyak, Pemerintah harus membuat Rumah Tempe di tiap Kecamatan seperti yang dimiliki oleh Kopti Kab. Bogor, dengan peralatan yang serupa seperti Drum Stainless dan tempat fermentasi higienis, selain itu karyawan menggunakan sarung tangan dalam proses pengolahannya serta pembungkusan tempe yang menggunakan plastik, karena apabila dengan daun pisang kemungkinan terkena kontaminasi cukup besar.  Rumah Tempe dapat memproduksi 1 kuintal tempe yang siap difermentasi hanya dalam tempo ½ jam, sementara pabrik-pabrik tempe dengan menggunakan kayu bakar dan drum-drum bekas oli yang kotor serta cara pengolahan kedelai yang masih jorok serta kumuh dengan telanjang dada, produksi tempe-nya tidak akan mencapai 1 kuintal dalam waktu ½ jam.

6. Tentukan jalan tengah untuk kepentingan pihak Koperasi dan Pemerintah

Hilangkan konflik kepentingan antara Pemerintah dan Koperasi, bargaining position harus dilakukan dengan cepat dan Pemerintah seharusnya mendengar dengan cepat tuntutan Koperasi untuk memajukan pertanian kedelai dalam negeri karena dengan hal tersebut, Koperasi dapat mengalirkan Bahan Baku kedelai ke pengrajin dengan murah, yang menyebabkan pendapatan pengrajin semakin tinggi sehingga pengrajin semakin sejahtera, hal itu dapat membuat perekonomian Negara dalam sektor riil terus tumbuh dan membuat tingkat pertumbuhan ekonomi dapat naik secara jujur, bukan manipulasi data yang dilakukan oleh kaki tangan Pemerintah.

7.  Presiden mampu Memilih Menteri yang dapat berdiri sendiri tanpa mengikuti kemauan importir

Keputusan yang dilakukan oleh Pemerintah dalam bidang pertanian antara lain impor dan penanaman kedelai massal dipegang oleh Menteri Pertanian, tetapi jabatan ini rentan suap karena importir terus menggoda untuk meminta izin impor besar-besaran dengan uang milyaran Rupiah yang dimasukkan ke kantong Menteri Pertanian. Seorang menteri yang mampu menolak godaan itu adalah menteri yang kita harus dipilih oleh presiden, kriteria lain menteri yang layak diangkat adalah seseorang yang berkeinginan secara sungguh-sungguh untuk memajukan pertanian kedelai Negara Indonesia berupa penanaman kedelai massal dengan varietas yang terunggul di Indonesia dengan dana dari APBN.

8. Jadikan Biogas sebagai solusi banyaknya limbah

Dengan teknologi yang didapatkan dari MercyCorps, LSM dari Uni Eropa yang ditugaskan untuk menerapkan sistem Go Green, limbah pabrik yang tidak berguna dan membuat kesal warga karena menimbukan bau dapat diubah menjadi biogas, bahan bakar ini biasanya disalurkan kepada warga yang menjadi korban bau limbah, sehingga mereka merasakan timbal balik ketika faktor produksi yang mereka miliki telah dicemarkan oleh pabrik tempe, biogas bahkan digunakan oleh Rumah Tempe Indonesia ketika LPG langka.

D. Data-data lainnya

Jumlah anggota

Pada saat ini jumlah anggota yang terdaftar adalah 1373 pengrajin, 100 pengrajin tiap hari dilayani pasokan bahan bakunya.

Volume penyaluran kedelai

Kopti Kab Bogor pada saat ini menyalurkan 500 ton kedelai/bulan


Dana Bantuan dari Koperasi semasa zaman Soeharto mengurus Koperasi:

Dana tunjangan semasa Kopti dibawah payungan impor dari BULOG sangat banyak, semisal Simpanan Hari Raya, Simpanan Per Tiga Bulan (sesuai cepatnya penebusan) , Dana Haji (Dalam interval kurang lebih 1 Tahun Hijriyah, Kopti mengirimkan anggota ke Tanah Suci tiap Tahun sebanyak 20 Orang), Dana Diklat Bank untuk dana bantuan pendidikan pengrajin tempe, ada Dana Bantuan Pemukiman. Zaman Koperasi ditata rapi pada Rezim Soeharto, tempat produksi Koperasi yang tidak layak boleh diadukan untuk diperbaharui.

Cerita-cerita tentang Koperasi lainnya:

Kopti membantu pengrajin untuk mendapat sertifikasi layak produksi dari Pemerintah. Kepercayaan terhadap Koperasi lumayan tinggi karena harga bahan baku kedelai yang dijual Koperasi selalu lebih murah dibanding harga bahan baku kedelai yang dijual dari toko biasa. Apalagi zaman dahulu dimana selisih harga yang cukup besar dengan toko karena adanya BULOG yang menstabilkan harga.

RAT dilakukan 1 tahun sekali, tidak seperti ukuran RAT sebelumnya dimana kesuksesan RAT adalah berdasarkan banyak atau tidaknya anggota yang hadir, contohnya: Koperasi yang berada di luar negeri yang sudah berbentuk Carrefour, ketika banyak anggotanya tidak hadir, justru kesuksesan RAT Koperasi terbilang tinggi, karena dengan hal itu, berarti anggota telah memberikan kepercayaan lebih kepada pengurus.

Dalam RAT seringkali anggota Koperasi mengeluarkan emosinya bila pembagian uang akhir tahun tidak merata, untungnya di Kopti bogor tidak terjadi. Metode penjualan bahan baku yang dilakukan Koperasi bila dibandingkan dengan toko tentu berbeda. Metode penjualan toko adalah sistem beli putus, jadi tidak ada simpanan-simpanan yang bisa diambil oleh pengrajin, selain itu harga toko cenderung lebih mahal. Dana UMKM tidak sampai ke pengrajin yang berhubungan dengan Kopti, tetapi dana yang diberikan pemerintah justru turun dari Menteri Perindustrian.


Referensi:

Kopti-kabogor.blogspot.com
Bukti tertulis hasil observasi (berdasarkan keterangan sekretaris Kopti Kab. Bogor)
Bukti rekaman hasil observasi (berdasarkan keterangan sekretaris Kopti Kab. Bogor)